Home » , » Karakteristik seorang sahabat Rosululloh

Karakteristik seorang sahabat Rosululloh

Di tulis oleh Ifan Prabowo pada Sunday, April 8, 2012 | 7:35 PM

Sahabat, itu kata yang sering kita dengar di mana - mana ( facebook, twitter, dll ) itu memang sudah tak asing lagi. Mungkin sobat juga pun punya seorang sahabat, namun apa kah soba mengerti apa itu sahabat ?

Menurut wikipedia sahabat adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Namun menurut saya sahabat itu adalah seseorang yang mampu menemani / menjadi sosok yang selalu ada saat kita susah maupun senang. Tak hanya itu tapi sosok sahabat selalu mengerti saat kita tak bisa menemani dia sedih / berduka.

Ada beberapa karakteristik sosok SAHABAT Rosululloh:


1. Sumber pertama yang menjadi tempat pengambilan hukum generasi itu adalah Al-Qur'an. Hadist dan petunjuk Rasululloh (As-Sunnah) adalah petunjuk pelaksanaannya. Al-Qur'anlah satu-satunya sumber pengambilan dasar hukum, standar yang menjadi ukuran dan dasar pemikiran mereka. Bukanlah karena manusia di zaman itu tak memiliki peradaban, ilmu pengetahuan, buku, ataupun studi yang mendalam. Waktu itu ada kebudayaan, pengetahuan, buku, dan hukum Romawi, yang hingga saat ini masih dijunjung tinggi dunia Barat. Juga terdapat peninggalan-peninggalan peradaban, logika, filsafat, dan kesenian Yunani kuno. Dan hingga saat ini masih tetap merupakan sumber pemikiran Barat. Belum lagi peradaban Persia, India, bahkan Cina. Rasululloh ingin menciptakan suatu generasi yang bersih jiwanya, bersih otaknya, bersih konsep dan pemikirannya dari pengaruh lain. 


2. Mereka memandang Alqur'an bukan untuk tujuan menambah pengetahuan atau memperluas pandangan. Bukan untuk tujuan menikmati keindahan sastra dan kepentingan ilmiah. Singkat kata, bukan untuk memenuhi otak saja! Mereka mempelajari Alqur'an untuk menerima perintah Alloh tentang urusan pribadi, golongan di mana ia hidup, persoalan kehidupan, hukum dan sanksi (eskatologis). Mereka menerima perintah untuk segera dilaksanakan. Salah satu contoh, ketika minuman keras pertama kali dilarang oleh Alloh melalui Al-Maidah:90, maka para shahabat langsung membuang jauh-jauh botol-botol arak mereka, memuntahkan apa yang ada di mulut mereka, tanpa hendak menangguhkannya! Ketika panggilan jihad dikumandangkan, salah seorang shahabat dari kalangan Anshar (Hanzhalah), status pengantin baru, berbahagia bisa syahid dalam keadaan junub dan Rasululloh menggelarinya dengan Yang Dimandikan oleh Malaikat (ghazhilul Malaikah). Ia diberi keistimewaan untuk tak dimandikan jenazahnya. Subhanalloh!



3. Begitu mereka masuk Islam, ditinggalkanlah seluruh masa lalunya yang jahiliyah, yang terpisah sama sekali dari kehidupan jahilnya. Sebagai contoh: Mush'ab bin Umair meninggalkan kehidupannya yang penuh kesenangan dan kemewahan bangsawan dari keluarganya, hingga ia dimusuhi habis-habisan oleh ibundanya tercinta. Ia lebih memilih hidup sederhana, bergabung bersama shahabat-shahabat lainnya mengikuti pembinaan yang dipandu Rasululloh di rumah Arqam bin Abi Arqam. Dan lihatlah anugerah yang Alloh berikan kepadanya atas keistiqamahannya. Gerangan siapakah yang mempersiapkan kaum Anshar di Madinah yang tadinya musyrik menjadi mukmin penolong kaum Muhajirin dari Makkah? Adakah juru dakwah yang brilian itu seorang yang senior dari kalangan shahabat? Bukan, ialah Mush'ab bin Umair, yang saat itu belum lagi berusia tiga puluh tahun. Kenanglah saat-saat menjelang syahidnya di perang Uhud, beliau berulangkali merangkai kata-kata yang kemudian diabadikan oleh Alloh ke dalam Alqur'an? (lihat ayat di mukaddimah, Ali Imran:144). Betapakah ia sangat disayang oleh Alloh? Betapa tidak, ia meninggalkan kesenangan dunia demi memperoleh syurga Alloh. Tahukah Anda, ia wafat dalam keadaan tak sehelai kain pun untuk menutupi keseluruhan jenazahnya, selain sehelai kain burdah. Seandainya ditaruh di atas kepalanya, terbukalah kedua kakinya. Sebaliknya bila ditutupkan ke kakinya, terbukalah kepalanya. Hingga Rasululloh bersabda dengan wajah yang murung, "Tutuplah ke bagian kepalanya, sedang kakinya tutuplah dengan rumput idzkhir." Subhanalloh!

Bagaimana sobat ? sudah termasuk belum sobat di antara ke tiga itu. Semoga saja sahabat kita adalah sosok sahabat yang benar - benar seorang sahabat ( Ngerti kan....!! )
Share this article :
Baca Juga Yang Ini !!

Dapatkan artikel terbaru dari " Mahasiswa Lugu ".

Masukan Email anda disini :


0 comments:

Post a Comment

:: MAHASISWA LUGU ::
Just share and save my story

 
Support : Maskolis | RMC | Naeza
Copyright © 2012. Mahasiswa Lugu - All Rights Reserved
Webmaster by Ifan Prabowo